Kamis, 26 September 2013

Mengenal Artikel Opini


Mengenal Artikel Opini

Oleh Yohanes Sehandi
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Universitas Flores, Blog www.yohanessehandi.blogspot.com

Kita tentu sudah terbiasa membaca surat kabar (koran) dan majalah. Kalau kita  perhatikan, tulisan-tulisan yang terdapat di dalamnya dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok berita (news) dan  kelompok pendapat (views). Jenis tulisan yang kedua yang berisi pendapat (views) itulah yang dikenal umum dengan sebutan “artikel opini.”
Istilah artikel berasal dari bahasa Inggris article. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat KBBI), “artikel” diartikan sebagai “karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya” (KBBI, 2001, hlm. 66), sedangkan “opini” diartikan sebagai “pendapat, pikiran, pendirian” (KBBI, 2001, hlm.  800). Dengan demikian, artikel opini adalah sebuah karya tulis lengkap yang berisi pendapat, pikiran atau pendirian seseorang yang dimuat dalam surat kabar atau majalah.
Dalam buku Mahir Menulis (2009, hlm. 67-68), Mudrajad Kuncoro menyatakan, artikel opini adalah “tulisan yang menyajikan pemikiran, pendapat, ide, dan pandangan penulisnya tentang berbagai fakta dan kejadian.” Artikel opini biasanya diterbitkan dalam koran atau majalah. Karena tempatnya terbatas, artikel opini tidak terlalu panjang, hanya sekitar 4-6 halaman kuarto spasi ganda.
Menurut Slamet Soeseno dalam Teknik Penulisan Ilmiah Populer (1993, hlm. 4), artikel opini adalah “tulisan tentang suatu masalah, berikut pendapat dan pendirian penulis tentang masalah itu.” Artikel opini seringkali disebut sebagai tulisan ilmiah populer. Slamet Soeseno juga membedakan artikel opini dengan artikel ilmiah.
Yang membedakan artikel opini dengan artikel ilmiah terletak pada dua hal. Pertama, artikel opini dimuat dalam surat kabar (koran) dan majalah berita, sedangkan artikel ilmiah dimuat dalam majalah ilmiah atau jurnal ilmiah. Kedua, artikel opini kadar keilmuannya longgar, disajikan dalam ragam bahasa ilmiah populer, sedangkan artikel ilmiah disajikan dalam ragam bahasa ilmiah, penuh istilah teknis keilmuan, membahas bidang keilmuan tertentu, dan mengikuti norma penulisan karya ilmiah.   
Kita di Provinsi NTT ini mempunyai peluang untuk mempublikasikan artikel-artikel opini kita lewat berbagai surat kabar yang terbit di NTT. Yang terbit di Ende, Flores, ada Flores Pos (milik SVD) harian kebanggaan orang Flores. Yang terbit di Kupang, ada Pos Kupang (Grup Kompas-Gramedia), Timor Express (Grup Jawa Pos), dan Victory News (Media Grup).
Pada era informasi dan komunikasi sekarang ini, artikel opini mempunyai daya sihir (pikat) yang luar biasa. Artikel opini termasuk jenis tulisan favorit di banyak media massa, digemari banyak pembaca di manapun. Tulisan jenis ini juga sangat efektif  dalam menyebarluaskan gagasan atau pandangan kepada masyarakat umum.
Menulis opini di media massa sungguh membanggakan dan mendatangkan kepuasan batin yang tak tergantikan. Mereka yang tulisannya sering tembus media massa, apalagi media itu oplahnya besar dan jangkauan peredarannya luas, tentu dibaca banyak orang dengan beragam latar belakang sosial dan tingkat pendidikan. Wacana publik pun terbentuk setelah orang membaca artikel opini seseorang di media massa. 
Artikel opini berperan besar dalam membentuk opini publik. Artikel opini dapat menawarkan solusi guna memecahkan masalah krusial yang tengah dihadapi masyarakat. Artikel opini bisa menyatukan pendapat yang berbeda, bisa pula mengundang kontroversi. Artikel opini bisa menyulut perang, bisa pula mendatangkan perdamaian antara sesama, bangsa, dan negara. Artikel bisa mengalahkan pedang, senjata, bom, dan lain-lain. Ingatlah kita akan ungkapan: “Pena bisa lebih tajam daripada pedang!” Pena maksudnya adalah tulisan atau artikel.
Secara garis besar, artikel opini dibagi menjadi dua jenis, yakni artikel opini umum dan artikel opini khusus. Artikel opini umum ditulis oleh masyarakat umum, dari mana dan oleh siapa saja, yang dikirim ke redaksi media massa untuk dipublikasikan. Artikel opini khusus ditulis oleh orang-orang khusus yang mempunyai keahlian khusus dalam bidangnya. Artikel opini khusus, antara lain editorial, esai, kolom, dan resensi.
Untuk artikel opini umum, kita lihat beberapa contoh. Harian Kompas (terbitan Jakarta), pada saat ini (Agustus 2013) artikel opini dimuat pada halaman 6 dan 7, berdampingan dengan Tajuk Rencana (editorial) dan Surat kepada Redaksi (surat pembaca). Harian Pos Kupang (terbitan Kupang) artikel opini pada halaman 4 bersama dengan Salam (editorial) dan Hotline Public Service (surat pembaca). Harian Victory News (terbitan Kupang) artikel opini pada halaman 4 bersama dengan News Forum (surat pembaca). Sedangkan Flores Pos (terbitan Ende) artikel opini pada halaman 12 bersama Bentara (editorial) dan Aspirasi (surat pembaca) halaman 13.
Ada surat kabar yang mencantumkan ketentuan panjang artikel opini yang diterimanya. Misalnya, panjang 600 kata, 750 kata, 1.000 kata, atau 1.500 kata. Pos Kupang mencantumkan ketentuan panjang artikel 600 kata, Flores Pos dan Victory News 1.000 kata. Sebagai penulis kita menyiapkan panjang artikel sesuai dengan ketentuan  setiap media massa. * (Telah dimuat harian Flores Pos (Ende) pada Sabtu, 14 Agustus 2013).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar