Selasa, 12 Maret 2013

Karya Sastrawan NTT di Perpustakaan Mancanegara


Karya Sastrawan NTT

di Perpustakaan Mancanegara


Oleh A. G. Hadzarmawit Netti
Pengarang dan Kritikus Sastra tinggal di Kupang


Dalam buku Mengenal Sastra dan Sastrawan NTT (Penerbit Universitas Sanata Dharma,  Yogyakarta, 2012, halaman 70), Yohanes Sehandi telah memperkenalkan 22 orang sastrawan NTT beserta karya-karya sastranya. Dan masih ada 42 sastrawan NTT  lain yang namanya telah disebutkan dalam buku ini, namun hasil karya mereka belum sempat dilacak untuk diperkenalkan (lihat halaman 70, 71).

Pada halaman 15 buku tersebut, Yohanes Sehandi telah menjelaskan pengertian mengenai “sastrawan  NTT.” Menurut Yohanes Sehandi, “sastrawan NTT di sini terdiri atas dua kelompok, yakni (1) Sastrawan kreatif atau sastrawan pencipta, yang meliputi penyair, novelis, cerpenis, dan dramawan, dan (2) Sastrawan ilmiah atau sastrawan telaah, yang meliputi pemerhati, pengamat, dan kritikus sastra. Nama atau gelar sastrawan NTT ini semacam “rumah besar” para pengarang karya sastra NTT, baik sastrawan kreatif maupun sastrawan telaah. Jadi, setiap sastrawan dalam “rumah besar” itu memiliki spesifikasi sesuai keahliannya masing-masing, sebagai penyair, novelis, cerpenis, dramawan, pemerhati, pengamat, dan kritikus sastra.

Penjelasan yang dikemukakan oleh Yohanes Sehandi sebagaimana dikutip di atas ini boleh dikatakan telah merangkum pengertian “sastrawan,” yakni (1) ahli sastra; (2) pujangga; pengarang prosa dan puisi; (3) orang pandai-pandai; cerdik cendekia (Kamus Besar Bahasa Indonesia,  Pusat Bahasa, edisi keempat, 2008, halaman 1230). Dengan demikian, kita tidak usah merasa sungkan (enggan) dengan sebutan “sastrawan” yang telah disandangkan kepada kita yang telah menghasilkan karya sastra, entah karya itu berupa cerpen, novel, puisi, telaah sastra, maupun buku-buku ilmiah tentang sastra, baik teori sastra maupun sejarah sastra dan sebagainya.

Berdasarkan nama-nama sastrawan NTT yang disebutkan oleh Yohanes Sehandi dalam bukunya itu, saya tertarik untuk melacak melalui media internet: apakah ada sastrawan-sastrawan NTT, selain sastrawan Gerson Poyk yang hasil karyanya terdapat di perpustakaan mancanegara. Dalam tulisan ini saya tidak menampilkan karya sastra Gerson Poyk yang tersebar luas di berbagai perpustakaan mancanegara, sebab ia telah berjaya dan mendunia. Dengan demikian, sebelum melacak nama-nama sastrawan NTT yang lain, saya tertarik untuk melacak nama Yohanes Sehandi terlebih dahulu.

Yohanes Sehandi

Ketika nama Yohanes Sehandi saya lacak di internet melalui Google, ternyata muncul sejumlah halaman yang berisi data dan informasi tentang hasil karya tulis berupa buku yang terdapat di beberapa katalog dan perpustakaan mancanegara, antara lain sebagai berikut. (1) Di National Library of Australia; Open Library; Hathi Trust Digital Library; Yale University Library, dan Universitas Kebangsaan Malaysia, terdapat buku karya Yohanes Sehandi berjudul Tinjauan Kritis Teori Morfologi dan Sintaksis Bahasa Indonesia. (2) Di WorldCat Identities: Library of Congress Authority File – Virtual International Authority File, terdapat buku karya Yohanes Sehandi berjudul Kalimat dalam Penulisan Karangan, dan buku Tinjauan Kritis Teori Morfologi dan Sintaksis Bahasa Indonesia. (3) Di University of Wisconsin – Madison Libraries, dan juga  National Library of Australia  telah terdapat buku karya Yohanes Sehandi berjudul Mengenal Sastra dan Sastrawan NTT yang diterbitkan oleh Penerbit Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2012.

Selain beberapa perpustakaan mancanegara yang disebutkan di atas, dua buku karya Yohanes Sehandi berjudul Tinjauan Kritis Teori Morfologi dan Sintaksis Bahasa Indonesia, dan  Kalimat dalam Penulisan Karangan terdapat pula di beberapa perpustakaan universitas dalam negeri Indonesia, antara lain: (1) Perpustakaan Universitas Indonesia; (2) Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta; (3) Perpustakaan Universitas Negeri Malang; (4) Perpustakaan Universitas Nasional; (5) Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang; (6) Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dan buku Mengenal Sastra dan Sastrawan NTT niscaya telah tersimpan pula di berbagai perpustakaan tersebut di atas, namun belum terinventarisasi di Google, sehingga belum dapat dilacak di internet.

Dengan demikian, Yohanes Sehandi sudah mempunyai reputasi (nama baik), bukan saja sebagai seorang dosen bahasa dan sastra Indonesia, tetapi juga sebagai seorang cerdik cendekia atau cerdik pandai dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia, sekaligus sebagai seorang pengarang buku ilmu bahasa dan sastra sehingga dapat digolongkan sebagai sastrawan.

John Dami Mukese

Sebagai penyair, buku-buku puisi John Dami Mukese terdapat (1) Di Google Books; WorldCat Identities, dan Linking Missouri’s Libraries. Buku-buku John Dami Mukese tersebut, yakni buku Puisi-Puisi Jelata; Doa-Doa Rumah Kita, dan Doa-Doa Semesta: Kumpulan Puisi Religious. (2) Di National Library of Australia terdapat buku Indahnya Kaki Mereka: Telusur Jejak Para Misionaris BelandaJohn Dami Mukese dan Eduard Jebarus (sebagai editor).  

Marsel Robot

Nama Marsel Robot dan karya hasil penelitian bersama dengan Sisilia Wona dan Jeladu Kosmas terdapat di Amazon.com; WorldCat.org.; Open Library; Hathi Trust Digital Library; Petra Christian University; Perpustakaan Universitas Diponegoro, dan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.  Hasil penelitian yang dibukukan itu berjudul Kajian Tola Kaba: Sastra Lisan Manggarai; dan Poetika Tola Kaba: Tinjauan Ringkas Makna Fonetik Tola Kaba Doa Tradisional Masyarakat Manggarai, NTT. Hasil penelitian yang dibukukan ini juga terdapat di Oral Traditions of Southeast Asia and Oceania: A Bibliography. Kumpulan Puisi Marsel Robot berjudul Nyanyian Pesisir yang diterbitkan pada tahun 2012 belum tersimpan di perpustakaan mancanegara.

Vincentius Jeskial Boekan
Ada tiga karya sastra Vincentius Jeskial Boekan berupa novel berjudul Cinta Terakhir,  Membadai Pukuafu, dan Loe Betawi Aku Manggarai. Tiga novel ini  ada di National Library of Australia.

Mezra E. Pellondou  

Karya sastra Mezra E. Pellondou yang terdapat di perpustakaan mancanegara ada dua, yaitu novel Loge, dan novel Nama Saya Tawwe Kabota. Kedua novel ini terdapat di katalog/perpustakaan Open Library, Google Books, WorldCat.org, Hathi Trust Digital Library, dan Yale University Library.

Maria Matildis Banda

Karya sastra berupa novel dan hasil penelitian Maria Matildis Banda banyak tersebar di berbagai katalog/perpustakaan mancanegara, antara lain sebagai berikut. (1) Di Open Library terdapat novel Bugenvil di Tengah Karang, novel Surat-Surat dari Dili, dan hasil-hasil penelitian berjudul Deskripsi Naskah dan Sejarah Perkembangan Aksara Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur; Laporan Penelitian Wanita, Sastra, dan Religious; Penelitian Naskah Lota Peninggalan Tertulis Suku Bangsa Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur; Perbandingan Pendekatan Amin Sweeney dan Nani Tuloli terhadap Sastra Lisan. (2) Di Amazon.com terdapat novel Bugenvil di Tengah Karang; Deskripsi Naskah dan Sejarah Perkembangan Aksara Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. (3) Di WorldCat.org terdapat novel Pada Taman Bahagia, dan novel Surat-Surat dari Dili. (4) di Google Books terdapat novel Surat-Surat dari Dili; Pada Taman Bahagia; Bugenvil di Tengah Karang. (5) Di Yale University Library terdapat novel Pada Taman Bahagia; Liontin Sakura Patah; Bugenvil di Tengah Karang; dan hasil penelitian Deskripsi Naskah dan Sejarah Perkembangan Aksara Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. (6) dan di National Library of Australia terdapat novel Liontin Sakura Patah; Pada Taman Bahagia; Bugenvil di Tengah Karang; Surat-Surat dari Dili; dan hasil-hasil penelitian yang telah disebutkan di atas (Open Library). * (Telah dimuat harian Flores Pos (Ende) pada Selasa, 5 Maret 2013).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar